Kanker Usus Besar
Sebagai saluran terakhir pada proses pencernaan makanan, usus berpotensi terkena kanker lantaran makanan yang dikonsumsi. Hal ini perlu dicermati dengan saksama. Pada kasus kanker usus besar, ada sejumlah faktor yang bisa dideteksi sebagai gejala-gejalanya. Di antaranya ialah rasa lelah, sesak napas sewaktu bekerja, kepala terasa pening, terjadinya pendarahan pada rektum, rasa kenyang yang bersifat sementara, kram lambung, munculnya tekanan pada rektum, adanya darah dalam tinja sebagaimana yang terjadi pada penderita pendarahan lambung, polip usus, wasir, wajah pucat, malnutrisi, badan lemah, kurus, adanya cairan dalam rongga perut, pembesaran hati, serta pelebaran saluran limfa.
Kanker usus besar bisa dikarenakan berbagai penyebab. Pertama, kontak dengan zat-zat kimia tertentu, seperti logam berat, toksin, ototoksin, serta gelombang elektromagnetik. Kedua, pola makan yang buruk, misalnya terlalu banyak daging dan lemak yang tidak diimbangi buah dan sayuran segar yang banyak mengandung serat. Ketiga, zat besi yang berlebihan pada pigmen empedu, daging sapi dan kambing, serta transfusi darah.
Keempat, adanya lemak jenuh dan asam lemak omega 6 (asam lion). Kelima, mengonsumsi minuman beralkohol, terutama bir. Usus mengubah alkohol menjadi asetilaldehida yang meningkatkan risiko menderita kanker kolon. Keenam, obesitas. Ketujuh, bekerja sambil duduk seharian, seperti para eksekutif, pegawai administrasi, atau pengemudi kendaraan umum.
Jika terjadi hal-hal seperti itu, maka perlu dilakukan pemeriksaan medis. Di antaranya ialah fiberoptik kolonoskopi, yaitu memasukkan sejenis pipa yang terbuat dari serat optik ke dalam usus melalui anus (dubur). Kamera yang terdapat pada alat ini bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan ada atau tidaknya polip dalam usus. Selain fibroptik kolonoskopi, ada juga pemeriksaan medis lainnya, yakni CT-scan dan pemeriksaan darah untuk memastikan ada atau tidaknya tumor berjenis carcino embryonis antigen dalam darah.
Apabila sudah didiagnosis adanya kanker, maka bisa dilakukan beragam perawatan, yaitu kemoterapi, radiasi, operasi yang berupa pemotongan usus besar yang sakit, lalu menyambungkan kembali dua ujung usus besar yang sehat, operasi menggunakan teknik laparoskopi yang dilakukan dengan alat-alat kecil, yang dioperasikan melalui lubang-lubang kecil di be-berapa titik perut dan dipantau lewat layar monitor.
Sementara itu, untuk mencegah terjadinya kanker, kita dapat melakukan beberapa tindakan. Pertama, mengonsumsi banyak makanan berserat guna memperlancar buang air besar, serta menurunkan derajat keasaman, konsentrasi asam lemak, asam empedu, dan besi dalam usus besar. Kedua, mengonsumsi asam lemak omega 3 yang banyak terdapat dalam ikan tertentu.
Ketiga, mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kalsium, vitamin A, C, D, dan E, serta betakaroten. Keempat, mengonsumsi susu yang mengandung lactobadllus addopbilus. Kelima, berolahraga dan banyak bergerak, sehingga semakin mudah dan teratur buang air besar. Keenam, hidup rileks dan mengurangi stres.









