Obat Herbal Diabetes

penurun kolesterol

Obat Kuat

Obat Herbal Asam urat

Belajar EFT

Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan menunjukkan suatu perubahan pada sekumpulan sel yang membelah diri, yang jumlahnya semakin banyak dan tidak terkendali. Kendati perubahan tersebut merupakan sesuatu yang wajar terjadi dalam tubuh sebagai proses regenerasi dari sel-sel yang rusak, namun pengontrolan perubahan sel tidak lagi berfungsi secara normal. Oleh karena itu, keadaan semacam ini disebut penyakit kanker.


Kanker bukanlah penyakit infeksi yang terjadi karena kuman, melainkan tumbuh dari sel-sel organ itu sendiri, yang mengalami mutasi genetis. Mutasi genetic tersebut menyebabkan sel tumbuh tidak normal dan bersifat destruktif, serta tidak mengikuti aturan hukum-hukum pertumbuhan dan cenderung merusak.


Kanker bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun, termasuk tenggorokan. Namun, dengan catatan bahwa tidak semua sel kanker dapat tumbuh secara progresif di tempat lainnya. Hal ini dikarenakan adanya pertahanan tubuh (sistem imun) dan syarat tumbuh di tempat baru yang tidak didapati di sana, misalnya tidak adanya zat karsinogen dan oksidasi oleh suatu oksidan, seperti radikal bebas.


Sama halnya dengan tumor, kanker mempunyai ciri-ciri klinis tersendiri antara lain adanya benjolan yang mudah diraba, penurunan berat badan, kekurangan sel-sel darah merah, gangguan dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak, serta menurunnya fungsi indra perasa terhadap makanan dan minuman.


Human Papilloma Vims (HPV) adalah virus yang dapat menyebabkan munculnya benjolan kecil atau kutil pada alat kelamin dan kanker serviks. Perpindahan virus HPV melalui oral seks bisa mengakibatkan kanker tenggorokan. Secara spesifik, kanker ini didefinisikan sebagai kanker orofaring yang mampu bersarang di amandel, pangkal lidah, langit-langit mulut, serta bagian belakang tenggorokan.


Para peneliti menemukan bahwa kanker tenggo­rokan mirip infeksi HPV yang menyebar melalui oral seks. Sementara itu, penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kanker tenggorokan semakin banyak dialami ketimbang kanker otak dan kanker leher. Kanker ini termasuk jenis kanker yang langka. Kasusnya mencapai 10.000 dari 45.000 ganasnya kanker otak dan leher yang terdiagnosis setiap tahun di Amerika Serikat. Meskipun begitu, pengaruhnya bersifat tetap dan menyeluruh.


Gejala-gejala awal kanker tenggorokan antara lain telinga berdenging secara terus-menerus, pilek yang berlangsung lama dan disertai darah, suara parau yang berkepanjangan, seeing mimisan, rasa nyeri saat menelan sesuatu, perubahan suara (hoarseness), tumbuhnya benjolan di leher, rasa sakit pada teng­gorokan, batuk yang keras (persistent cough), suara bernada tinggi karena terjadinya gejolak aliran udara pada saluran udara bagian atas (stridor), napas berbau, serta rasa sakit pada telinga.


Kanker tenggorokan termasuk penyakit kanker keempat yang paling banyak menyerang penduduk di Indonesia. Sebenarnya, penderita kanker membutuhkan dukungan dan perhatian dari pihak keluarga. Dukungan tersebut dapat menstimulasi kerja hormon, yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menguatnya kekebalan tubuh berarti menutup peluang bagi kanker untuk menyebarkan sel-sel kanker ke bagian tubuh yang masih sehat.